Selasa, 31 Desember 2019

ETIKA PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI YANG DITERAPKAN DI NEGARA LAIN

A. Definisi Etika Profesi di Bidang Teknologi Informasi

1.      Pengertian Etika Profesi
Etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.Etika merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi adalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah. Etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. (Suhrawardi Lubis, 1994: 6-7)

2.      Etika Profesi di Bidang Teknologi Informasi
Teknologi, Informasi dan Komunikasi bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bias mengadaptasi di setiap permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam mengaplikasikan ilmunya ataut menjalankan profesi TI bukan mudah dan bukan tidak sukar, yang terpenting adalah kita mampu menempatkan diri pada posisis yang benar. Profesi TI dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas. Profesi TI juga bisa dianggap sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan TI lebih berguna untuk kemaslahatan umat dan mata lainya bisa menjadikan TI ini menjadi bencana sosial, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu, dan lain-lain.
Kita juga harus bisa menyikapi dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan kesederhanaan teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis, tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri. Dengan membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di bidang TI . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika jenjang pendidikan kita berlatar TI makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman. Pada kesempatan saat ini, bagaimana kita bisa menegakan etika profesi seorang teknokrat(sebutan bagi orang yang bekerja di bidang TI) dan bagaimana kita bisa menjadi seorang teknokrat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kita harus bisa memberikan inovasi-inovasi pemikiran, gagasan produktif dan aksi nyata untuk perkembangan IT kedepan . Bukan tak mungkin IT akan menjadi hal yang sistematis dalam perkembanagan bangsa kedepan dalam memajukan kegidupan berbangsa maupun bernegara.

3.      Tanggung Jawab Profesi TI
Sebagai tanggung jawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati di dalamnya, Misalnya IPKIN (Ikatan Profesi Komputer & Informatika) semenjak tahun 1974. Ciri-ciri Profesionalime yang harus dimiliki oleh seorang IT berbeda dari bidang pekerjaan yang lainnya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
·         Memiliki kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan TI.
·         Punya ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
·         Bekerja di bawah disiplin kerja
·         Mampu melakukan pendekatan disipliner
·         Mampu bekerja sama
·         Cepat tanggap terhadap masalah client.
Ada pun contoh pelanggaran etika profesi di bidang TI :
·          Kejahatan Komputer
·          Netiket
·          E-commerce
·          Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
·          Tanggung Jawab Profesi

4.      Etika Teknologi Informasi dalam Undang-undang
Undang-undang yang mengatur tentang Teknologi Informasi ini diantaranya adalah :
·         UU HAKI (Undang-undang Hak Cipta)
·      UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik)


B. Standart Etika Profesi di Bidang IT di Berbagai Benua

1.      Standar Etika Profesi Teknologi Indormasi (IT) di Amerika
Pejabat Keuangan Pemerintah Asosiasi dari Amerika Serikat dan Kanada adalah organisasi professional pejabat publik bersatu untuk meningkatkan dan mempromosikan manajemen profesional sumber daya keuangan pemerintah dengan mengidentifikasi, mengembangkan dan memajukan strategi fiskal, kebijakan, dan praktek untuk kepentingan publik.
Untuk mencapai tujuan tersebut, aparat pemerintah membiayai semua yang diperintahkan untuk mematuhi standar hukum, moral, dan profesional perilaku dalam pemenuhan tanggung jawab profesional mereka. Standar perilaku profesional diatur sebagaimana dalam kode ini untuk meningkatkan kinerja semua orang yang terlibat dalam keuangan publik.
Pribadi Standar. Petugas pembiayaan pemerintah harus menunjukkan dan mendedikasikan cita-cita tertinggi, kehormatan dan integritas dalam semua hubungan masyarakat serta pribadi untuk mendapat rasa hormat, kepercayaan dan keyakinan yang mengatur pejabat, karyawan dan masyarakat. Mereka harus mematuhi praktek profesional yang telah disetujui dan merupakan standar yang dianjurkan.
Tanggung Jawab Pejabat Publik. Petugas pembiayaan pemerintah harus mengakui dan bertanggung jawab sebagai pejabat di sektor publik. Mereka harus menjunjung tinggi undang-undang, konstitusi, dan peraturan yang mengatur tindakan mereka dan melaporkan pelanggaran hukum kepada pihak yang berwenang.
Pengembangan Profesional. Petugas pembiayaan pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kompetensi mereka sendiri, untuk meningkatkan kompetensi kolega mereka dan untuk memberikan dorongan bagi mereka yang ingin memasuki bidang keuangan pemerintah. Petugas pembiayaan pemerintah bertanggung jawab kepada petugas keuangan untuk meningkatkan keunggulan dalam pelayanan publik.
Integritas Profesional – Informasi. Petugas pembiayaan pemerintah harus menunjukkan integritas profesional dalam penerbitan dan pengelolaan informasi. Mereka harus sensitif dan responsif terhadap pertanyaan dari masyarakat dan media dalam kerangka kebijakan pemerintah negara bagian atau lokal.
Integritas Profesional – Hubungan. Petugas pembiayaan pemerintah harus bertindak dengan kehormatan, integritas dan kebijakan dalam semua hubungan profesional. Mereka akan mempromosikan kesempatan kerja yang sama sehingga tidak terdapat diskriminasi, pelecehan atau praktik yang tidak adil lainnya.
Konflik Kepentingan. Petugas pembiayaan pemerintah harus secara aktif menghindari munculnya kenyataan yang berbenturan dengan kepentingan. Mereka tidak akan menggunakan milik umum atau sumber daya demi kepentingan pribadi atau politik.
2.      Standar Etika Profesi Teknologi Indormasi (IT) di Eropa
Standar Praktek yang dikembangkan oleh COTEC adalah kode sukarela yang dirancang untuk membantu Asosiasi Nasional untuk membangun dan mengembangkan kode nasional sesuai dengan standar Eropa praktek untuk terapis okupasi. Hal ini dimaksudkan untuk penerapan umum namun dapat dimodifikasi untuk daerah spesialis misalnya pediatri praktek, kepedulian masyarakat, dan lain-lain.
Apabila ada kelompok yang ingin melakukan seperti ini, setiap masalah yang berhadapan dengan standar praktek harus diberikan kebijakan dan pertimbangan informasi karena mereka telah disertakan untuk relevansi mereka untuk satu atau kegiatan lain dari praktek profesional kami. Hal yang sangat penting adalah isu-isu yang termasuk dalam standar praktek, saat ini harus relevan dengan anggota profesi yang menggunakannya.
Standar praktek COTEC adalah pernyataan kebijakan yang membantu untuk mengatur dan menjaga standar praktek profesional yang baik. Dalam kasus dimana keputusan harus dibuat tentang perilaku tidak profesional dari seorang ahli terapi kerja, kode dapat digunakan sebagai panduan standar perilaku profesional yang benar. Wakil untuk COTEC diminta untuk memastikan bahwa penutur aslinya yang menterjemahkan kode kedalam bahasa Eropa lainnya karena terdapat frase dan istilah yang sulit diterjemahkan. Terdapat dua bagian utama dalam dokumen ini, yaitu :
Kode Etik Federasi Dunia Kerja Therapist Standar Praktek COTEC yang dirancang tahun 1991 dan diperbaharui tahun 1996 Pribadi Atribut. Pekerjaan therapist memiliki integritas pribadi, kehandalan, keterbukaan pikiran dan loyalitas yang berkaitan dengan konsumen dan bidang professional dan keseluruhan. Pekerjaan terapis merupakan pendekatan terhadap semua konsumen yaitu menghormati dan memperhatikan situasi masing-masing konsumen. Pekerjaan ini juga tidak bertindak diskriminasi terhadap para konsumen. Rahasia informasi pribadi para konsumen akan dijamin dan setiap rincian pribadi yang disampaikan berdasarkan persetujuan mereka.
Perilaku dalam tim terapi pekerjaan dan dalam tim multi disiplin. Pekerjaan terapis bekerja sama dan menerima tanggung jawab dalam satu tim yang mendukung tujuan medis dan psikososial yang telah ditetapkan. Pekerjaan terapis adalah menyediakan laporan tentang kemajuan intervensi mereka dan memberikan anggota lain dari tim dengan informasi yang relevan. Pekerjaan terapis berpartisipasi dalam pengembangan profesional melalui belajar sepanjang hidup dan selanjutnya menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kerja profesional mereka.
Promosi profesi Pekerjaan terapis mempunyai komitmen untuk memperbaiki dan mengembangkan profesi pada umumnya. Mereka juga prihatin terhadap promosi terapi okupasi yang lain, masyarakat organisasi professional dan pengaturan badan-badan nasional seta internasional tingkat regional. Standar praktek konsumen. Untuk tujuan standar COTEC Praktek Konsumen, istilah yang digunakan untuk menjelaskan pasien, klien dan atau wali. Hal ini juga termasuk mereka yang merupakan tanggung jawab terapis kerja.

3.      Standar Etika Profesi Teknologi Indormasi (IT) di Asia
Dunia Teknologi Informasi (TI) merupakan suatu industri yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun-tahun terakhir ini. Ini akan terus berlangsung untuk tahun-tahun mendatang. Perkembangan industri dalam bidang TI ini membutuhkan formalisasi ya ng lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan, profesi berkaian dengan keahlian dan fungsi dari tiap jabatan. South East Asia Regional Computer Confideration (SEARCC) merupakan suatu forum/badan yang beranggotakan himpunan profiesional IT (Information Technology) yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada Februari 1978, di Singapore oleh 6 ikatan komputer dari negara-negara Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Philipine, Singapore dan Thailand. SEARCC mengadakan konferensi setahun dua kali ditiap negara anggotanya secara bergiliran.
Keanggotaan SEARCC bertambah, sehingga konferensi dilakukan sekali tiap tahunnya. Konferensi yang ke-15 ini, yang bernama SEARCC ’96 kali ini diselenggarakan oleh Computer Society of Thailand di Thailand dari tanggal 3-8 Juli 1996. Sri Lanka telah menjadi anggota SEARCC sejak tahun 1986, anggota lainnya adalah Australia, Hong Kong, India Indonesia, Malaysia, New Zealand, Pakistan, Philipina, Singapore, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Kanada. Indonesia sebagai anggota South East Asia Regional
Computer Confideration (SEARCC) turut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC . Salah satunya adalah SRIG-PS (Special Regional Interest Group on Profesional Standardisation), yang mencoba merumuskan standardisasi pekerjaan di dalam dunia Teknologi Informasi. Untuk keperluan tersebut.
SRIG-PS dibentuk karena adanya kebutuhan untuk mewujudkan dan menjaga standar profesional yang tinggi dalam dunia Teknologi Informasi, khususnya ketika sumber daya di region ini memiliki kontribusi yang penting bagi kebutuhan pengembangan TI secara global. SRIG-PS diharapkan memberikan hasil sebagai berikut :
Pada pertemuan yang ke empat di Singapore, Mei 1994, tiga dari empat point tersebut hamper dituntaskan dan telah dipresentasikan pada SEARCC 1994 di Karachi. Dalam pelaksanaannya kegiatan SRIG-PS ini mendapat sponsor dari Center of International Cooperation on Computerization (CICC). Hasil kerja tersebut dapat diperoleh di Central Academy of Information Technology (CAIT), Jepang. Pelaksanaan SRIG-PS dilakukan dalam 2 phase.Standardisasi Profesi Model SRIG-PS-SEARCC.
Terbentuknya Kode Etik untuk profesional TI
Klasifikasi pekerjaan dalam bidang Teknologi Informasi
Panduan metoda sertifikasi dalam TI
Promosi dari program yang disusun oleh SRIG-PS di tiap negara anggota SEARCC
Phase 1, hingga pertemuan di Karachi telah diselesaikan.
Phase 2, akan diselesaikannya panduan model SRIG-PS, phase 2 ini akan diselesaikan di SEARCC 97 yang akan diselenggarakan di New Delhi.
Pembentukan Kode Etik. Kode etik merupakan suatu dokumen yang meletakkan standard dari pelaksanaan kegiatan yang diharapkan dari anggota SEARCC. Anggota dalam dokumen ini mengacu kepada perhimpunan komputer dari negara-negara yang berbeda yang merupakan anggota SEARCC. Sebelum suatu kode etik diterima oleh SEARCC, dilakukan beberapa langkah pengembangan. Klasifikasi Job. Klasikasi Job secara regional merupakan suatu pendekatan kualitatif untuk menjabarkan keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu pada tingkat tertentu. Sebelum diterimanya suatu model klasifikasi pekerjaan dilakukan analisis terhadap model yang telah dipakai pada beberapa negara misal : Malaysia, Singapore, Hong Kong dan Jepang. Kemudian dijabarkan suatu kriteria yang dapat diterima untuk menjadi model regional. Proses identifikasi kemudian dilakukan untuk mengetahui klasifikasi pekerjaan yang dapat diterima di region tersebut. Kemudian dilakukan pendefinisian fungsi, output, pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk setiap tingkatan dari pekerjaan tersebut. Proses ini telah dilaksanakan pada SRIG-PS Meeting di Hong Kong 3-5 Oktober 1995.


C. Jenis profesi TI di Beberapa Negara Lain:

1.      Model British Computer Society (BCS)
BCS merupakan suatu model yang komprehensif, tetap berlangsung dan mudah dipahami. Namun, bukan suatu sistem sertifikasi, melainkan suatu model yang menjadi acuan program pengembangan profesi. Sertifikasi model ini hanya meliputi beberapa fungsi dari sistem spesialis, prog rammer, dan sistem analis
Model BCS mengklasifikasikan pekerjaan IT ke dalam beberapa tingkatan, yaitu:
Level 0. Unskilled Entry
Level 1. Standard Entry
Level 2. Initially Trainded Practitioner
Level 3. Trained Practitioner
Level 4. Fully Skilled Practitioner
Level 5. Experienced Practitioner/Manager
Level 6. Specialist Practitioner/Manager
Level 7. Senior Specialist/Manager
Level 8. Principal Specialist/Experienced Manager
Level 9. Senior Manager/Director

2.      Singapore Computer Society (Profesional Code of Conduct)
Pada model Singapore ini juga dilakukan pembagian berdasarkan tingkatan senioritas. Misalnya tingkatan pada System development -nya, yaitu:
Programmer
  1. Analyst/Programmer
  2. Senior Analyst/Programmer
  3. Principal Analyst/Programmer
  4. System Analyst
  5. Senior System Analyst
  6. Principal System Analyst
  7. Development Manage

Industri sektor teknologi informasi (TI) Singapura kini sedang menghadapi masa-masa sulit. Bukan disebabkan masalah sepinya pasar atau lainnya, namun justru karena mengalami kekurangan tenaga kerja handal. Penelitian seputar pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan karir Hudson mengungkap perusahaan TI Singapura kini sedang mengalami ‘paceklik’ tenaga kerja handal. Kekurangan tenaga kerja ini berkaitan dengan ketatnya persaingan pencarian bakat dari negara-negara Asia lain. Sebesar 73 persen responden dari kalangan industri TI mengakui perekrutan tenaga kerja yang handal dalam bidang TI saat ini kian sulit.

3.      Malaysian Computer Society (Code of Profesional Conduct)
Model Malaysia ini mirip dengan model Singapore membedakan posisi pekerjaan pada berbagai sektor bisnis. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam melakukan ranking senioritas, misalnya tingkatan untuk System Development-nya adalah:
  1. Programmer
  2. System Analyst/Designer
  3. System Development Executive

Model Singapore dan Malaysia memiliki banyak kesamaan dan dapat diintegrasi, dengan pembagian sebagai berikut:
  1. System Development
  2. Computer Operations
  3. Sales, Marketing and Services
  4. Education and Trainings
  5. Research and Developments
  6. Spesialist Support
  7. Consultancy

4.      Amerika
Berikut adalah beberapa profesi IT yang terdapat di negara Amerika:
  1. SQL Server DBA
  2. C#/SQL Engineer
  3. AIX Administrator
  4. BI Analyst – Cognos (mid level)
  5. CDMA Optimization Engineer
  6. Application Specialist
  7. UX Engineer
  8. SAP MM Lead Functional Analyst
  9. SAP SD Analyst
  10. Cisco Voice Engineer
  11. SAP HR Analyst
  12. SAP FI/CO Lead
  13. NET Developer
  14. Sr. Quality Assurance Manager

5.      Australia
Sedangkan di negara Australia terdapat beberapa IT job diantaranya:
  1. Analyst/programmer
  2. Architecture
  3. Business Analyst/ System Analyst
  4. Computer Operator
  5. Consultant / Functional Consultant
  6. Database Development dan Administration 
  7. Hardware Engineering
  8. Helpdesk dan Desktop Support
  9. Management dan Supervisory
  10. Network Engineering
  11. Network dan System
  12. Product management
  13. Project management
  14. Sales
  15. Security 
  16. Software Development dan Engineering
  17. Team Leaders
  18. Technical Writers
  19. Telecommunication
  20. Testing dan QA
  21. Training
  22. Web design dan Usability
  23. Web Development, dan lain-lain.

6.      Jepang
Di negara Jepang terdapat beberapa profesi IT, contohnya sebagai berikut:
  1. Digital Marketing Director
  2. Web Search Evaluator
  3. Sales Manager
  4. Call Center Staff
  5. Bilingual SAP Consultant
  6. C / C++ Developer
  7. Technical Support
  8. IT Instructor
  9. E-Commerce Manager
  10. Energy Account Manager
  11. IT Assistant Instructor
  12. Asset Management
  13. Business Analyst

Selasa, 16 Juli 2019

Pembahasan Tokopedia (e-commerence)


 
Pada awal tahun 2000-an, ketika pasar mobile aplikasi e-Commerce Indonesia mulai bergeliat, pertanyaan “Apakah Anda membutuhkan website e-commerce?” terdengar retoris. Namun, tahun 2019 ini, pertanyaan “Apakah Anda membutuhkan aplikasi mobile e-commerce untuk toko Anda?” akhirnya terdengar retoris juga.
Pasar e-commerce tumbuh pesat dalam kurun waktu hampir dua dasawarsa ini. Menurut laporan Google & Temasek pada 2017, pembelian produk via e-commerce di negeri ini mencapai US$ 10,9 miliar atau sekitar Rp 146,7 triliun, meroket 41% dari US$ 5,5 miliar atau sekitar Rp 74 triliun pada 2015. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan aplikasi mobile e-commerce.
Ada banyak teknologi mobile e-commerce yang merevolusi lanskap industri ini. Sebagai contoh, penggunaan AR untuk membuat pelanggan mudah memilih produk, sekaligus mencocokkannya di rumah sendiri adalah hal yang lumrah. Agar tidak tertinggal dari laju pertumbuhan yang demikian cepat, Anda harus terus berkenalan dengan tren pasar aplikasi e-commerce mobile terkini dalam hal teknologi dan desain. Apalagi jika Anda telah memiliki aplikasi e-commerce sendiri, Anda harus terus meng-updatenya agar sesuai dengan tren terbaru.
Mengapa Anda harus memiliki aplikasi e-commerce?
Menurut survei Google 2016, 58% pengguna menggunakan aplikasi seluler e-commerce mereka untuk membandingkan harga, mencari diskon/promo, membaca ulasan produk, dan akhirnya membeli secara online. Dan 66% pengguna melakukan setidaknya satu pembelian per minggu melalui aplikasi seluler.
Juga 9 dari 10 pelanggan tidak pernah jauh dari ponsel mereka 24/7. Karena pelanggan cenderung menggunakan ponsel daripada desktop untuk membeli produk, pemilik usaha harus membangun mobile aplikasi e-commerce mereka sendiri.
Tahukah Anda? Mobile aplikasi e-commerce memotivasi pembelian impulsif sebab pembeli tidak harus repot pergi ke toko atau membawa sejumlah uang tunai. Mendapatkan barang impian cukup dengan beberapa ketukan pada ponsel. Proses yang sangat cepat ini menciptakan kondisi ideal untuk pembelian impulsif.

1.      Sejarah Tokopedia
Tokopedia resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh Willian Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edsion pada 6 Februari 2009. Sejak resmi diluncurkan, PT Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat
PT Tokopedia mendapatkan pendanaan awal dari PT Indonusa Dwitama pada tahun 2009. Pada tahun-tahun berikutnya, Tokopedia kembali mendapat suntikan dana dari pemodal ventura global seperti East Ventures (2010), Cyber Agent Ventures (2011), Netprice (2012), dan SoftBank Ventures Korea (2013). Pada Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI). Pada April 2016, Tokopedia kembali dikabarkan mendapatkan investasi sebesar USD 147 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun.
Pada bulan Agustus 2017, Tokopedia menerima investasi sebesar USD 1,1 milyar dari Alibaba. Dikabarkan bahwa keputusan ini dilakukan agar Alibaba dapat semakin memperluas jaringannya di Indonesia dan Asia Tenggara setelah sebelumnya membeli saham Lazada.
Berkat peranannya dalam mengembangkan bisnis daring di Indonesia, Tokopedia berhasil meraih penghargaan Marketeers of the Year 2014 untuk sektor e-Commerce pada acara Markplus Conference 2015 yang digelar oleh Markplus Inc. pada tanggal 11 Desember 2014. Pada 12 Mei 2016, Tokopedia terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award 2016
Pada tahun 2018, Tokopedia kembali meraih beberapa penghargaan. Mei lalu lalu aplikasi Tokopedia berhasil memuncaki Apple Store mengalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Sementara di Android, Tokopedia juga berhasil menjadi #3 Top Chart di Google Play mengalahkan Facebook dan Instagram. Pada Desember 2018 Tokopedia terpilih sebagai aplikasi terbaik pilihan masyarakat di Google Play.

2.              Proses Bisnis Tokopedia
Tokopedia sendiri menjelaskan di situs mereka bahawa keuntungan bagi pembelidengan pembayaran UNIK  adalah proses pembayaran yang cepat dan instan, yang memungkinkan penjual lebih cepatmenerima order dan barang yang dijual bisa lebih cepat sampai ke para pembeli. Sedangkan untuk pembeli, keuntungan yang di tawarkanadalah perluasan pasar pada pengguna UNIK yang ingin membeli di berbagai merchant Tokopedia.
Jenis transaksi yang dapat di lakukan di Tokopedia:
a.       ClickPay (Bank Mandiri)
b.      KlikPay (Bank BCA)
c.       Transfer via ATM
d.      Kartu Kredit
e.       Pakai Paypal, Ipay
f.        Bayar di tempat
Teknik Marketing Tokopedia
a.       Pembakuan Format URL / Domain
b.      Direktori Toko
c.       Promosi
d.      Memberikan Rating Pada Penjual
e.       OneClick Sharing Untuk Semua Sosmed
Tokopedia juga mempunyai segmen pasar yang menentukan pokok dari para pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. Memlikih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran penjualan. Menentukan produk dan pemasarannya. Mengadakan penelitian pada konsumen dan mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka. Menentukan dan melaksanakan strategi yang baik, apakah menitik beratkan padamutu yang tinggi, harga yang murah, atau model yang menarik. Memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga tujuan dapat tercapai.

3.      Fitur-Fitur Tokopedia
  • Penjualan Grosir, Tokopedia sudah mengakomodasi penjualan barang secara grosir, dimana penjual bisa menentukan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah tertentu.
    Menu ini bisa diakses melalui menu My Shop -> Add New Product. Setelah mengisi seluruh informasi produk, click Harga Barang Grosir, dan penjual pun bisa menginput harga grosir.
  • Minimum Order,Penjual kini juga bisa menentukan minimal pemesanan untuk setiap barang yang dijual. Fitur ini kami sediakan terutama untuk membantu para penjual yang selama ini menjual produk dengan margin keuntungan yang sangat tipis.
  • Tambahan Paket Dukungan Kurir yang lebih ekonomis, Beberapa pembeli yang berada pada lokasi yang terpencil, terkadang harus membayar biaya yang sangat besar untuk ongkos kirim barang, sehingga kami memutuskan untuk menambahkan paket OKE yang lebih ekonomis; untuk pembeli yang tidak keberatan menunggu barang sampai di tujuan sedikit lebih lama sebagai kompensasi biaya pengiriman yang lebih murah.Buat para penjual, jangan lupa untuk mengupdate dukungan terhadap paket pengiriman ini di menu My Shop -> Konfigurasi Toko
·         JNE Online Booking(JOB), Untuk semakin memudahkan proses pengiriman, Tokopedia mendukung sistem resi otomatis untuk pengiriman menggunakan JNE. Dengan fitur ini, penjual tidak perlu lagi repot untuk memasukkan nomor resi secara manual. Saat mengirimkan pesanan, penjual hanya perlu membawa kode booking yang diterima saat pesanan masuk, dan nomor resi otomatis akan masuk ke akun penjual maupun pembeli.
  • User Management atau Pengaturan Admin merupakan fitur berbayar yang disediakan oleh Tokopedia bagi Anda yang memiliki toko dengan penjualan yang tinggi dan sering kewalahan mengelola toko sendiri. Dengan menggunakan fitur ini, Anda bisa menambahkan beberapa orang (maksimal 10 orang) sebagai admin toko Anda.
·         Tokopedia TopAds adalah fitur yang ditawarkan oleh Tokopedia untuk mempromosikan toko ataupun produk dari toko Anda, serta memungkinkan toko dan produk yang Anda jual dapat dilihat dan dibeli oleh lebih banyak pembeli di Tokopedia.
  • Pusat Resolusi adalah fitur yang disediakan oleh Tokopedia untuk memfasilitasi penyelesaian masalah transaksi antara pembeli dan penjual. Tokopedia menjamin keamanan transaksi Anda dengan menahan dana pembayaran agar tidak langsung diteruskan ke penjual hingga masalah selesai. Jika terjadi masalah dengan pesanan, pembeli bisa membuka Komplain melalui Pusat Resolusi dengan menjelaskan pokok masalah dan menawarkan solusi awal pemecahan masalah (pengembalian dana sebagian, tukar barang dan sebagainya). Penjual yang aktif akan segera merespon komplain Anda.
  • Gold Merchant, Fitur tambahan berbayar yang disediakan tokopedia untuk para penjual dan dapat memberikan kemudahan bagi penjual dalam mengelola toko onlinenya. Fasilitas tambahan yang tersedia jika berlangganan Gold Merchant ini antara lain: informasi toko fisik pada katalog, perhitungan kurs dollar, penambahan admin untuk membantu mengelola toko, shop notes di halaman produk dan halaman depan toko yang memudahkan pembeli mendapatkan informasi tentang toko maupun produk Anda, serta tersedia pengurutan produk berdasarkan "Gold Merchant".



4.      Kelebihan dari Aplikasi Lain
Tokopedia adalah salah satu marketplace online yang sudah cukup dikenal di Indonesia. Anda bisa membeli ataupun menjual berbagai macam barang di Tokopedia.
Tokopedia bisa dikatakan sebagai pioneer marketplace yang bisa digunakan secara gratis oleh para penjual. Memang ada beberapa fitur khusus yang tidak gratis di Tokopedia, namun anda sebenarnya tetap bisa berjualan tanpa menggunakan fitur-fitur berbayar tersebut.
Selain anda bisa menjual barang secara gratis, ternyata masih ada lebih banyak kelebihan Tokopedia dibandingkan dengan marketplace lainnya. Jika saat ini anda masih mencari marketplace yang tepat untuk memulai menjual barang secara online.
Ya, Tokopedia memang bukan satu-satunya marketplace jual beli online. Namun sampai saat ini, Tokopedia masih bisa dikatakan sebagai marketplace yang cukup berpotensi untuk digunakan sebagai media jual beli online. Berikut ini adalah beberapa kelebihan Tokopedia bagi penjual online jika dibandingkan dengan marketplace lain:
  • Tampilan interface sangat mudah dipahami
kelebihan Tokopedia yang pertama jika dibandingkan dengan marketplace lain ada pada bagian tampilannya. Interface Tokopedia bisa dikatakan sebagai interface marketplace terbaik. Kenapa? Karena tampilan website Tokopedia sangat mudah dipahami meskipun digunakan oleh orang baru sekalipun. Tampilan Tokopedia mudah dipahami karena memang menggunakan desain minimalis.
  • Website dan aplikasi Tokopedia terbilang cukup ringan untuk diakses
Tokopedia tidak hanya menang banyak dari segi tampilannya saja. Tokopedia juga berhasil mengalahkan marketplace lain dari segi kecepatan akses website dan juga aplikasi smartphone.

Sampai saat ini, website maupun aplikasi smartphone Tokopedia masih menjadi yang paling ringan diantara marketplace lainnya. Hal tersebut kemungkinan besar dikarenakan tampilan Tokopedia yang dibuat lebih minimalis dibandingkan dengan tampilan marketplace lainnya.
  • Terdapat banyak fitur yang mendukung penjual untuk melayani pembelian
Meskipun sekarang hampir semua fitur yang dimiliki Tokopedia juga sudah tersedia di marketplace lain, namun tetap ada beberapa fitur yang hanya bisa anda temukan di Tokopedia.
Beberapa macam fitur menarik yang masih tetap menjadi kelebihan Tokopedia adalah seperti fitur pre-order dengan waktu pengiriman maksimal hingga 1 bulan.
Selain itu, Tokopedia juga mempunyai fitur otomatisasi toko online anda dengan hanya membayar beberapa ratus ribu Rupiah saja per 3 bulan.
Dengan adanya fitur-fitur tersebut, jelas Tokopedia memberikan lebih banyak kemudahan bagi penjual dalam memasarkan produknya secara online.
  • Banyak pilihan kurir pengiriman barang
Kelebihan Tokopedia tidak hanya dari segi fiturnya saja. Tokopedia juga membuat penjual semakin mudah memasarkan produknya secara online karena memberikan banyak pilihan kurir untuk pengiriman barang.
Dengan adanya semakin banyak pilihan kurir pengiriman barang, jelas konsumen akan semakin mudah memilih kurir pengiriman barang dengan biaya termurah untuk mengirimkan barang yang dibeli dari anda secara online



 

Review Audit Teknologi Informasi

Audit Teknologi Informasi Audit teknologi informasi ( information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit ) adalah ...